Sumatera Selatan, terutama Kota Palembang, dikenal dengan warisan budayanya yang megah. Dari kuliner pempek, sejarah Kerajaan Sriwijaya, hingga seni songket yang terkenal ke seluruh dunia, Palembang menjadi salah satu pusat budaya di Nusantara. Salah satu identitas budaya yang paling menonjol adalah pakaian adat Sumatera Selatan, khususnya yang dikenal dengan sebutan Aesan.

Pakaian Adat Sumatera Selatan

Pakaian adat ini tidak sekadar busana, tetapi juga cermin status sosial, filosofi hidup, hingga pengaruh sejarah kerajaan yang pernah berjaya. Keindahannya tidak lepas dari sentuhan songket berbenang emas, perhiasan mewah, dan bentuk yang anggun.

Palembang merupakan daerah pusat perkembangan kebudayaan di Provinsi Sumatera Selatan. Kebudayaan ini berkembang pesat khususnya pada masa Kedatuan Sriwijaya dan Keprabuan Majapahit. Kebudayaan mereka juga mendapatkan pengaruh dari bangsa-bangsa asing, seperti Cina, India, Arab, dan Jawa.

Sejarah dan Latar Belakang

Pakaian adat Sumatera Selatan erat kaitannya dengan Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang pada abad ke-7 hingga ke-13. Sebagai kerajaan maritim besar yang makmur, budaya berpakaian masyarakatnya menekankan kemewahan dan keagungan.

Tradisi itu berlanjut pada masa Kesultanan Palembang Darussalam pada abad ke-17. Pengaruh Melayu, Arab, dan Cina turut memperkaya detail pakaian adat Sumatera Selatan. Tidak heran jika pakaian adat di sini penuh dengan hiasan emas, kain songket, dan ornamen yang mencerminkan status bangsawan.

Ragam Pakaian Adat Sumatera Selatan

Secara umum, pakaian adat Sumatera Selatan dikenal dengan sebutan Aesan. Kata “aesan” dalam bahasa Palembang berarti “indah” atau “keindahan”. Ada dua jenis utama pakaian adat yang biasa digunakan, terutama dalam pernikahan:

1. Aesan Gede
  • Makna: Melambangkan kebesaran, kemegahan, dan kejayaan.
  • Bahan: Songket Palembang dengan benang emas.
  • Ciri khas: Penuh perhiasan emas, warna merah dan emas mendominasi.
  • Fungsi: Dipakai pada acara pernikahan bangsawan atau keluarga terpandang.
2. Aesan Paksangko
  • Makna: Melambangkan kesederhanaan, kesopanan, dan keanggunan.
  • Bahan: Songket dengan warna-warna lembut, biasanya cenderung ke kuning emas atau jingga.
  • Ciri khas: Lebih sederhana dibanding Aesan Gede, tetapi tetap anggun.
  • Fungsi: Dipakai oleh kalangan masyarakat umum dalam pernikahan.

Kedua jenis aesan ini sama-sama indah dan elegan, hanya berbeda pada kemewahan detailnya.

Ciri Khas Pakaian Adat Sumatera Selatan

  1. Songket Palembang
    • Kain tenun tradisional dengan benang emas.
    • Motifnya bervariasi, misalnya bunga, pucuk rebung, atau geometris.
    • Proses pembuatannya bisa memakan waktu berbulan-bulan.
  2. Dominasi Warna Merah dan Emas
    • Merah: melambangkan keberanian, kekuatan.
    • Emas: melambangkan kejayaan, kemakmuran.
  3. Perhiasan Emas yang Melimpah
    • Mahkota, kalung, gelang, pending (ikat pinggang), dan anting-anting.
    • Semakin banyak perhiasan emas, semakin tinggi status sosial pemakainya.

Pakaian Adat Pria Sumatera Selatan

Pakaian adat pria terdiri dari beberapa bagian penting:

  1. Baju Kurung Beludru
    • Biasanya berwarna merah atau hitam.
    • Dihiasi dengan bordiran emas.
  2. Celana Panjang
    • Berwarna senada dengan baju, dilengkapi dengan kain songket yang dililit di pinggang.
  3. Kain Songket
    • Dipakai melilit dari pinggang ke bawah, menutupi sebagian celana.
    • Motifnya menunjukkan kedudukan sosial.
  4. Aksesori
    • Kalung Kebesaran: terbuat dari emas, menggambarkan kejayaan.
    • Pending: ikat pinggang berhias logam emas.
    • Keris: diselipkan di pinggang sebagai simbol keberanian.
    • Tanjak atau Mahkota Kecil: hiasan kepala pria bangsawan.

Pakaian sehari-hari yang dipakai kaum pria terdiri atas kain (sewet), baju (kelambi), penutup kepala, dan alas kaki (terompah). Ada beberapa jenis penutup kepala, yaitu tanjak dan iket-iket atau kopiah (kopca). Pakaian pria dilengkapi dengan senjata, seperti keris, tumbak lado, badeek, dan rambi ayam atau jembio.

Pria Palembang gemar mengenakan sewet sempol dan baju bela beoloo. Ada juga yang memakai celana panjang (seluar) atau celana model pangsi (lok cuan). Pada umumnya mereka memakai penutup kepala baik pada saat bepergian maupun pada saat tinggal di rumah. Pada saat bepergian mereka selalu berpenampilan rapi dengan memakai kain pelekat halus dari jenis tajung Bugis atau gebeng Palembang. Baju yang dipakai berupa jas tertutup. Bagi pria kaya mereka juga memakai jam kantong dengan medalion. Pakaian ini dilengkapi dengan ikat pinggang (cak pinggang). Alas kakinya memakai terompah. Jenis pakaian ini lazim dipakai saat menghadiri kegiatan perayaan.

Pakaian Adat Wanita Sumatera Selatan

Busana wanita jauh lebih kompleks dan penuh hiasan dibanding pria.

  1. Baju Kurung Beludru
    • Warna merah, ungu, atau emas.
    • Bordiran emas mempercantik tampilan.
  2. Kain Songket
    • Songket Palembang bermotif indah, dipakai sebagai bawahan.
  3. Sanggul Malang
    • Tatanan rambut khas wanita Palembang.
  4. Mahkota (Karsuhun atau Suntiang Palembang)
    • Berbentuk seperti siger Lampung atau suntiang Minang, tetapi khas Palembang.
    • Terbuat dari emas atau kuningan berlapis emas.
  5. Perhiasan Tubuh
    • Kalung Kebesaran: kalung bertingkat-tingkat dari emas.
    • Kalung Naga/Naga Besak: berbentuk naga, simbol kekuatan.
    • Gelang Kano: gelang besar melingkar.
    • Pending: ikat pinggang logam berhias.
    • Terate atau Kebo Manggis: ornamen di dada berbentuk bunga.

Pakaian adat Sumatera Selatan untuk kaum perempuan terdiri atas kain (sewet saroong). Baju kurung biasa dipakai oleh kaum perempuan yang sudah tua, sedangkan yang masih muda memakai kebaya. Mereka juga mengenakan selendang (kemben) yang dipakaikan di kepala, bahu, dada, dan dahi. Ikat pinggangnya memakai badong atau angkin, tetapi saat ini badong sudah jarang ditemui. Sebagai gantinya mereka memakai stagen. Alas kaki yang mereka gunakan adalah terompah dan selop tungkak tinggi.

Pada saat menghadiri upacara adat, pakaian yang lazim dipakai berupa kain sarung, baju kurung, atau kebaya, dengan alas kaki memakai terompah atau selop. Sebagai pelengkap pakaian digunakan pula sehelai selendang besar yang dipakai untuk menutup kepala sampai bahu. Sebagai perhiasan pelengkap pakaian ini adalah kalung emas dengan liontin permata berlian, rangkaian peniti terbuat dari emas atau perak, gelang kepalak ulo, serta gelang sekel kepalak nago.

Untuk menghadiri upacara adat yang disebut penganten mungga, pakaian yang dikenakan kaum wanita adalah serba songket. Pakaian ini hanya boleh dipakai perempuan yang sudah bersuami.

Pakaian Pengantin Adat Palembang

Pakaian adat pengantin Palembang adalah bentuk paling megah dari Aesan.

  • Pengantin Pria: baju beludru merah, songket emas, keris, pending besar, dan tanjak.
  • Pengantin Wanita: baju kurung beludru, songket emas, mahkota besar (suntiang/karsuhun), perhiasan emas lengkap.
Pakaian adat palembang

Bagian-bagian dari pakaian adat Sumatera Selatan tersebut, antara lain;

  1. mahkota gede (pak song kong),
  2. teater,
  3. kalung tapak jajo,
  4. gelang burung,
  5. gelang kano,
  6. gelang sempuru,
  7. gelang gepeng,
  8. kain songket,
  9. kain cinde,
  10. celana besulan (laki-laki),
  11. selop beludru, dan 
  12. keris (laki-laki).

Jika diperhatikan dengan teliti, ada kemiripan pakaian pak song kong untuk pakaian pria dan wanita. Bahkan, dapat dikatakan sangat mirip. Pakaian ini berasal dari masa-masa kesultanan Pelembang. Biasanya pakaian ini dipakai oleh golongan bangsawan atau priyayi.

Bahan pakaian pak song kong semuanya terbuat dari kain songket. Baju bagian atasnya disebut kebaya pendek. Selain itu, juga dapat mengenakan kebaya panjang yang disebut kebaya landoong/ kelemkari. Di bagian dalam dikenakan penutup dada yang disebut kutang. Kutang terbuat dari kain yang ditenun, disulam, dan diperadan. Pakaian bawahnya berupa celana panjang yang terbuat dari kain yang ditenun. Celana ini disebut celano balabas. Kain yang dipakai didalam celana disebut sewet bumpak. Di bagian pinggang juga dililitkan selembar selendang, yaitu kain cinde dan ikat pinggang yang disebut badong. Perlengkapan pakaian adat palembang yang lainnya yaitu senjata tradisional berupa keris yang diselipkan didepan perut sebelah kiri.

Prosesi pernikahan adat Palembang menjadikan pakaian ini sebagai pusat perhatian, mencerminkan kebesaran budaya Sumatera Selatan.

bagian-bagian pakaian adat palembang sumatera selatan

Filosofi dan Makna Simbolis

  1. Songket: hasil karya tangan penuh ketekunan, simbol kesabaran dan keuletan.
  2. Warna Merah dan Emas: keberanian, kejayaan, serta harapan hidup makmur.
  3. Keris: keberanian, tanggung jawab pria sebagai pelindung keluarga.
  4. Mahkota Wanita: lambang kehormatan, kesucian, dan keanggunan.
  5. Kalung dan Perhiasan: lambang status sosial dan harapan kesejahteraan.

Fungsi Pakaian Adat Sumatera Selatan

  1. Upacara Pernikahan: fungsi utama, sebagai simbol sakral ikatan suci.
  2. Upacara Adat dan Penyambutan: dipakai untuk menyambut tamu agung.
  3. Simbol Status Sosial: semakin lengkap dan mewah perhiasan, semakin tinggi derajat keluarga.
  4. Identitas Budaya: memperkuat citra Palembang sebagai kota warisan budaya besar.

Perbandingan dengan Pakaian Adat Daerah Lain

  • Dengan Lampung: sama-sama punya mahkota, tetapi siger Lampung berbeda bentuk dengan mahkota Palembang.
  • Dengan Minangkabau: sama-sama kaya hiasan kepala, tetapi Palembang lebih menonjolkan songket emas.
  • Dengan Melayu Riau: sama-sama baju kurung, tetapi perhiasan Palembang lebih besar dan mencolok.

Pakaian adat Sumatera Selatan bukan sekadar busana, melainkan simbol sejarah kejayaan Sriwijaya, kemegahan Kesultanan Palembang, dan identitas budaya masyarakatnya. Keindahan Aesan Gede dan Aesan Paksangko yang berbalut songket emas serta perhiasan megah membuatnya berbeda dari pakaian adat daerah lain di Nusantara.

Meski menghadapi tantangan di era modern, pakaian adat Sumatera Selatan tetap menjadi kebanggaan dan warisan yang harus dilestarikan. Keindahannya bukan hanya milik orang Palembang, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang layak dikenal dunia.

Baca juga:
34 Pakaian Adat Indonesia Lengkap Gambar, Nama, dan Daerahnya
Pakaian Adat Lampung, Lengkap Gambar dan Penjelasannya
Pakaian Adat Bengkulu, Lengkap Gambar dan Penjelasannya

Demikian ulasan tentang “Pakaian Adat Sumatera Selatan Lengkap, Gambar dan Penjelasannya” yang dapat kami sajikan. Artikel ini dikutip dari buku “Selayang Pandang Sumatera Selatan : Purwati“. Baca juga artikel kebudayaa menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.