Pakaian Adat Bengkulu, Lengkap Gambar dan Penjelasannya
Pakaian adat daerah adalah pakaian yang lazim dikenakan oleh suku bangsa atau penduduk suatu daerah dan merupakan ciri khas suku bangsa atau penduduk daerah tersebut. Pakaian adat biasanya dikenakan pada saat penyelenggaraan upacara-upacara adat atau pesta adat, misalnya pada saat upacara perkawinan dan penyambutan tamu agung. Masyarakat Bengkulu yang terdiri dari beragam suku bangsa masing-masing suku bangsa tersebut memiliki pakaian adat sendiri-sendiri. Pakaian adat Bengkulu tersebut dibedakan atas pakaian sehari-hari dan pakaian upacara adat.
Pakaian Adat Bengkulu
Bengkulu, provinsi yang terletak di pesisir barat Pulau Sumatra, bukan hanya dikenal dengan bunga Rafflesia arnoldii dan sejarah kolonial Inggris, tetapi juga dengan kekayaan budayanya. Salah satu yang paling menonjol adalah pakaian adat Bengkulu.
Pakaian adat Bengkulu memancarkan kemewahan, keanggunan, sekaligus kesakralan. Pakaian ini tidak hanya berfungsi sebagai busana pesta atau upacara, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya, status sosial, hingga penghormatan terhadap nilai-nilai adat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pakaian adat Bengkulu, mulai dari sejarah, ciri khas, jenis pakaian pria dan wanita, filosofi warna serta motif, pakaian sehari-hari, hingga pakaian yang digunakan untuk pernikahan adat masyarakat Bengkulu, serta perbandingan pakaian adat Bengkulu dengan daerah lainnya.
Sejarah dan Latar Belakang
Bengkulu merupakan wilayah yang sejak lama menjadi jalur perdagangan rempah. Pengaruh budaya India, Arab, Tionghoa, hingga Eropa melebur dengan budaya lokal Rejang, Serawai, dan Melayu Bengkulu. Perpaduan inilah yang kemudian tercermin dalam pakaian adat.
Di masa lalu, pakaian adat Bengkulu lebih sering dipakai oleh keluarga bangsawan atau orang terpandang dalam upacara adat. Ornamen emas yang mendominasi busana adat menunjukkan betapa pentingnya simbol kemewahan dan kehormatan.
Pengaruh Islam juga kuat. Pakaian adat Bengkulu menekankan kesopanan: tertutup, panjang, dan menjaga kehormatan tubuh, khususnya untuk kaum wanita.
Ciri Khas Pakaian Adat Bengkulu
Pakaian adat Bengkulu memiliki ciri khas yang membedakannya dengan pakaian adat provinsi lain:
- Dominasi Warna Merah dan Emas
Warna merah melambangkan keberanian dan semangat hidup, sementara emas menjadi simbol kemuliaan, kekayaan, dan keagungan. - Bahan Beludru dan Songket
Bahan beludru merah tua sering dipadukan dengan sulaman benang emas, sementara kain songket digunakan sebagai bawahan atau hiasan. - Aksesori dari Emas
Baik pria maupun wanita mengenakan perhiasan emas dalam jumlah banyak, seperti gelang, kalung, pending, dan hiasan kepala. - Simbol Status Sosial
Semakin banyak ornamen emas yang dipakai, semakin tinggi pula kedudukan sosial pemakainya. Dahulu, hanya bangsawan yang boleh memakai busana adat dengan hiasan emas murni.
Jenis Pakaian Adat Bengkulu
1. Pakaian Adat Pria
Pakaian adat pria Bengkulu dikenal gagah dan mewah. Unsur utama busananya meliputi:
- Baju Lengan Panjang Beludru
Biasanya berwarna merah atau hitam, dengan sulaman emas di bagian dada, lengan, dan kerah. - Celana Panjang Beludru
Warna celana disesuaikan dengan baju, dipadukan dengan sarung songket yang dililitkan di pinggang hingga sebatas lutut. - Sarung Songket
Dipakai sebagai simbol kemewahan dan identitas Melayu Bengkulu. - Penutup Kepala (Destar atau Lacak)
Terbuat dari kain songket, berbentuk lipatan khas menyerupai mahkota kecil. - Aksesori Pria
Pria Bengkulu memakai ikat pinggang berhias emas, keris terselip di pinggang, kalung emas, serta pending (ikat pinggang besar dari logam mulia).
2. Pakaian Adat Wanita
Pakaian adat wanita Bengkulu lebih kompleks, penuh detail, dan sarat makna.
- Baju Kurung Beludru
Biasanya berwarna merah marun, berhias sulaman emas di bagian tepi. - Kain Songket
Dipakai sebagai bawahan, seringkali bermotif pucuk rebung atau bunga raflesia. - Hiasan Kepala (Siger Bengkulu)
Siger berbentuk seperti mahkota emas dengan ornamen bunga yang melambangkan kesucian dan kehormatan. - Aksesori Tubuh
Wanita Bengkulu memakai perhiasan emas lengkap:- Kalung bertingkat (kalung tapak kuda, kalung pendingin, kalung ringgit).
- Gelang pipih dan gelang kano.
- Pending besar dari emas.
- Subang (anting besar) dan kembang goyang (hiasan rambut).
3. Pakaian Adat Pengantin
Pakaian adat pengantin Bengkulu dikenal sebagai salah satu busana pengantin paling mewah di Indonesia.
- Pengantin Pria mengenakan baju beludru merah dengan sulaman emas, celana panjang, sarung songket, lacak berhias, serta keris.
- Pengantin Wanita mengenakan baju kurung beludru merah dengan songket emas, siger besar berhias permata, dan perhiasan emas lengkap.
Secara keseluruhan, busana pengantin Bengkulu memancarkan aura kemegahan dan kehormatan.
4. Pakaian Adat Anak-Anak
Anak-anak yang mengikuti upacara adat memakai busana serupa dengan versi dewasa, hanya lebih sederhana. Perhiasan emas biasanya diganti dengan bahan imitasi.
Pakaian Sehari-hari Masyarakat Bengkulu
Pakaian sehari-hari yaitu pakaian yang dikenakan penduduk setiap harinya. Dalam kesehariannya para pria Bengkulu mengenakan kemeja, celana panjang dan penutup kepala khas Bengkulu atau kopiah (peci). Para wanita mengenakan baju, kebaya khas Bengkulu, dan ada yang memakai kerudung. Pakaian ini dilengkapi dengan alas kaki dari kayu (terompah), sandal, selop, atau sepatu. Penutup kepala menggunakan topi, kopiah (songkok), atau ikat kepala (destar). Pakaian adat untuk upacara setiap suku di Bengkulu berbeda-beda. Hal ini disebabkan tiap suku bangsa memiliki kepercayaan dan ritual adat yang tidak sama.
Pakaian Adat Pengantin Suku Melayu Bengkulu

Pakaian pengantin suku Melayu Bengkulu terdiri atas pakaian pengantin pria dan pakaian pengantin wanita. Pakaian pengantin wanita terdiri atas kain lecap benang, kebaya panjang bertabur, kain glamor dan gelang, serta mengenakan singal atau perhiasan kepala (mahkota). Pengantin wanita juga memakai hiasan berupa kalung dan gelang , serta sepatu dengan kaos kaki sebagai alas kakinya. Pakaian pengantin pria meliputi baju bertabur, sarung lipat, celana bertabur sampai lutut, serta mengenakan songkok (mahkota) dan sunting. Pengantin pria mengenakan beberapa perhiasan, seperti hiasan dada berupa kalung sribulan dan emping, hiasan pinggang bentuk pending, gelang dan keris, serta memakai kaos kaki dan sepatu.
Pakaian Adat Pengantin Suku Rejang Bengkulu

Pakaian adat pengantin suku Rejang Bengkulu disebut busana pengantin bersanding rejang. Pakaian ini juga terdiri atas pakaian pengantin pria dan pakaian pengantin wanita. Pengantin wanita memakai tepung dan kembang, baju bertabur, kain sulam benang emas, dan sandal warna hitam. Dahi berhias tapak sangko burung merak, sedangkan bahu diberi bentuk teratai. Hiasan lain berupa kalung sebagai hiasan dada, pending sebagai hiasan pinggang, dan lengan memakai gelang keroncong. Pengantin pria memakai baju kemeja putih dan jas, saku berantai emas, selendang bersulam emas dan cek uleue atau destar adat dari kain songket. Pengantin pria memegang keris berkain songket benang emas sebagai hiasan. Kedua pengantin memakai alas kaki berupa sepatu atau sandal.
Pakaian Adat Pengantin Suku Pasemah Bengkulu

Pakaian pengantin adat suku Pasemah terdiri atas pakaian adat pengantin pria dan pakaian adat pengantin wanita. Pengantin pria mengenakan kemeja putih, dasi, jas, celana panjang yang diberi sarung lipat, dan sandal sebagai alas kaki serta mengenakan destar atau topi kerucut gaya Pasemah. Sedangkan pengantin wanita mengenakan kebaya panjang bertabur, kain bedompak dan sandal manik, hiasan kepala singal, kembang goyang, tekko atau kalung, gelang dan pending.
Bahan baku untuk pembuatan pakaian sehari-hari diantaranya menggunakan kulit kayu, kulit pohon terok, serat goni, kulit binatang, katun atau jenis tekstil lainnya. Bahan untuk pembuatan pakaian adat terdiri atas beludru, sutra, dompak, kain benang emas, atau katun. Berbagai bentuk perhiasan terbuat dari emas, perak, tembaga, atau kuningan.
Kain Besurek dan Kain Kaganga Khas Bengkulu
Masih berkaitan dengan busana tradisional adat Bengkulu, provinsi ini juga dikenal sebagai penghasil kerajinan batik tradisional yang terkenal dengan nama batik basurek. Batik khas bengkulu ini adalah batik yang bermotifkan kaligrafi huruf Arab. Batik dengan motif potongan ayat-ayat suci Al-Quran ini membuatnya begitu sakral dan tidak diperkenankan untuk dipakai sembarangan. Pemakaian batik basurek ini hanya diperkenankan untuk menutupi tubuh bagian atas, sebagai ikat kepala, alas bayi saat upacara cukur rambut, dan sebagai penutup jenazah. Selain itu kain basurek tidak diperkenankan dipakai untuk hal lainnya.
Selain batik basurek Provinsi Bengkulu juga memiliki varian batik lainnya yang dikenal dengan nama batik kaganga. Batik kaganga ini terinspirasi dari batik basurek yang diciptakan oleh masyarakat suku Rejang. Batik kaganga ini adalah batik tulis bermotif aksara kaganga, aksara asli dari suku Rejang. Batik ini cenderung luwes dari penggunaannya karena menggunakan aksara kaganga yang sering pula dipadukan dengan motif bunga raflesia atau motif burung walet.
Filosofi Warna dan Motif
Warna
- Merah: keberanian, semangat, dan cinta.
- Emas: kemewahan, kejayaan, dan kemuliaan.
- Hitam: keteguhan dan kewibawaan.
- Putih: kesucian dan niat yang murni.
Motif Songket Bengkulu
Motif songket Bengkulu sarat filosofi, di antaranya:
- Pucuk Rebung: pertumbuhan, kemakmuran, dan harapan baik.
- Bunga Raflesia: ikon Bengkulu yang melambangkan keunikan dan kebanggaan.
- Burung Kuau: simbol kemuliaan dan kebebasan.
- Awan Berarak: keselarasan hidup manusia dengan alam.
Fungsi Pakaian Adat Bengkulu
- Upacara Pernikahan
Pakaian adat paling sering dipakai dalam pesta pernikahan. Busana pengantin melambangkan kehormatan keluarga dan kesakralan pernikahan. - Acara Adat dan Resmi
Digunakan dalam penyambutan tamu kehormatan, festival budaya, atau peringatan hari jadi daerah. - Simbol Status Sosial
Dahulu, bangsawan memakai busana adat dengan ornamen emas murni. Kini, perbedaan status lebih samar, namun simbol kemewahan masih kental. - Identitas Budaya
Pakaian adat menjadi representasi identitas masyarakat Bengkulu di tingkat nasional maupun internasional.
Perbandingan dengan Pakaian Adat Daerah Lain
Meski sama-sama dari Sumatra, pakaian adat Bengkulu memiliki ciri khas:
- Dengan Palembang: Sama-sama memakai songket dan siger, tetapi siger Palembang (Aesan Gede) lebih lebar, sedangkan siger Bengkulu lebih ramping dan tinggi.
- Dengan Jambi: Pakaian Jambi cenderung lebih sederhana, sementara Bengkulu lebih banyak ornamen emas.
- Dengan Minangkabau: Minangkabau menggunakan suntiang besar, sedangkan Bengkulu memakai siger khas.
Pakaian adat Bengkulu adalah warisan budaya yang kaya makna. Dari baju beludru merah bersulam emas, siger megah, hingga kain songket bercorak raflesia, semuanya menyimpan filosofi mendalam tentang keberanian, kehormatan, dan kejayaan.
Melestarikan pakaian adat Bengkulu bukan sekadar menjaga busana indah, tetapi juga merawat identitas dan jati diri masyarakat Bengkulu. Dengan terus diperkenalkan kepada generasi muda dan dipromosikan di kancah nasional maupun internasional, pakaian adat Bengkulu akan tetap menjadi kebanggaan Bumi Raflesia dan bagian tak ternilai dari kekayaan budaya Indonesia.
Baca juga :
34 Pakaian Adat Indonesia Lengkap Gambar, Nama, dan Daerahnya
Pakaian Adat Jambi, Lengkap Gambar dan Penjelasannya
Pakaian Adat Riau, Lengkap Gambar dan Penjelasannya
Pakaian Adat Sumatera Utara, Lengkap Gambar dan Penjelasannya
Demikian pembahasan tentang “Pakaian Adat Bengkulu, Lengkap Gambar dan Penjelasannya” yang dapat kami sampaikan. Artikel ini dikutip dari buku “Selayang Pandang Bengkulu : Giyarto“. Baca juga artikel kebudayaan menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.
