Pakaian Adat Bangka Belitung, Lengkap Gambar dan Penjelasannya
Seperti di ketahui bahwa sebagian besar suku bangsa yang mendiami Kepulauan Bangka Belitung beretnis Melayu. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika gaya berpakaian mereka juga dipengaruhi oleh gaya Melayu.
Tradisi Melayu menempatkan upacara pernikahan sebagai peristiwa sakral yang penting. Hal ini tentu mempengaruhi bentuk pakaian adat khas Bangka Belitung untuk upacara pernikahan. Pakaian adat pernikahan Melayu ditampilkan secara lengkap dan indah, mulai dari pakaian sampai perlengkapan perhiasannya.
Pakaian Adat Bangka Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai daerah kepulauan dengan pesona alam pantai, laut biru, dan batu granit raksasa yang menawan. Namun, selain alamnya, daerah ini juga memiliki kekayaan budaya yang tidak kalah menarik, salah satunya adalah pakaian adat Paksian.
Pakaian adat Bangka Belitung sering dipakai dalam acara resmi, terutama pernikahan adat. Busana ini bukan sekadar pakaian seremonial, tetapi sarat makna filosofi, pengaruh sejarah, serta mencerminkan identitas masyarakat Melayu yang mendominasi wilayah Bangka Belitung. Artikel ini akan membahas secara detail mengenai pakaian adat Bangka Belitung, mulai dari sejarah, bentuk, ciri khas, filosofi, hingga upaya pelestariannya.
Sejarah dan Latar Belakang
Pakaian adat Bangka Belitung disebut Paksian. Istilah ini diyakini berasal dari kata “paksian” yang berarti kebesaran, keindahan, dan keserasian. Asal-usul pakaian adat ini dipengaruhi oleh budaya Melayu yang kuat di kawasan pesisir Sumatra bagian timur, sekaligus jejak sejarah hubungan perdagangan dengan Tiongkok, Arab, dan India.
Dalam pernikahan tradisional, pakaian adat Paksian sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu. Ia bukan hanya busana, tetapi lambang status sosial, kemuliaan, dan tata krama masyarakat Bangka Belitung.
Ciri Khas Pakaian Adat Bangka Belitung
- Dominasi Warna Merah dan Emas
- Merah melambangkan keberanian, semangat, dan cinta kasih.
- Emas melambangkan kemuliaan, kejayaan, dan harapan hidup makmur.
- Bahan Utama Songket
- Songket khas Bangka Belitung ditenun dengan benang emas.
- Motifnya beragam, seperti bunga, pucuk rebung, dan bentuk geometris.
- Pengaruh Melayu
- Bentuk baju kurung, penggunaan tanjak (penutup kepala pria), dan mahkota wanita mencerminkan adat Melayu.
- Perhiasan Emas
- Pakaian adat selalu dipadukan dengan perhiasan emas, baik berupa kalung, gelang, anting, maupun pending (ikat pinggang).
Pakaian Adat Paksian untuk Pria
Busana pria dalam adat Bangka Belitung terdiri dari beberapa elemen utama:
- Baju Kurung Cekak Musang
- Model baju kurung dengan kerah tegak.
- Biasanya berwarna merah beludru atau merah menyala.
- Dihiasi dengan bordiran emas.
- Celana Panjang
- Berwarna merah atau hitam.
- Dipadukan dengan kain songket sebagai sarung yang dililit di pinggang.
- Kain Songket
- Dipakai melilit dari pinggang hingga paha.
- Songket dengan motif emas khas Bangka Belitung.
- Tanjak atau Sungkon
- Penutup kepala pria, terbuat dari kain songket.
- Bentuknya segitiga dengan lipatan khas.
- Simbol kehormatan dan kewibawaan.
- Perhiasan dan Aksesori
- Pending: ikat pinggang dari emas atau logam berlapis emas.
- Keris: senjata tradisional sebagai simbol keberanian dan tanggung jawab.
Pakaian Adat Paksian untuk Wanita
Busana wanita jauh lebih rumit dan penuh hiasan dibanding pria.
- Baju Kurung Beludru
- Warna merah menyala dengan hiasan bordiran emas.
- Melambangkan keanggunan dan kebesaran.
- Kain Songket
- Dipakai sebagai bawahan.
- Songket dengan motif khas, biasanya bermakna doa dan harapan.
- Mahkota Paksian
- Mahkota besar berwarna emas.
- Bentuknya menyerupai bunga yang mekar.
- Simbol kesucian, kemuliaan, dan peran wanita sebagai ratu rumah tangga.
- Sanggul Lintang
- Tatanan rambut khas dengan tambahan bunga dan perhiasan emas.
- Perhiasan Tubuh
- Kalung Rantai: kalung panjang dari emas.
- Kalung Kenanga: berlapis-lapis, melambangkan kesuburan.
- Anting-anting besar: simbol kecantikan.
- Gelang Kano: gelang tebal dari emas.
- Pending: ikat pinggang berhias.
Makna Filosofis Pakaian Adat Paksian
- Merah dan Emas: semangat hidup, keberanian, dan kejayaan.
- Songket: simbol kerja keras dan ketekunan wanita penenun.
- Mahkota Wanita: kesucian, kehormatan, dan kedudukan tinggi wanita.
- Keris pada Pria: keberanian, tanggung jawab, dan penjaga keluarga.
- Perhiasan: simbol kemakmuran dan status sosial.
Fungsi Pakaian Adat Bangka Belitung
- Pernikahan Adat
- Fungsi utama pakaian adat Paksian.
- Pengantin pria dan wanita tampil dengan busana penuh hiasan emas.
- Upacara Adat
- Digunakan dalam penyambutan tamu agung, perayaan budaya, dan acara resmi.
- Simbol Identitas Budaya
- Menjadi ikon budaya Melayu Bangka Belitung.
Perbandingan dengan Pakaian Adat Lain
- Dengan Palembang (Aesan Gede): sama-sama menggunakan songket dan warna merah emas, tetapi mahkota Paksian lebih sederhana.
- Dengan Melayu Riau: bentuk baju kurung mirip, tetapi Paksian lebih meriah dengan hiasan emas.
- Dengan Minangkabau: sama-sama punya mahkota, tetapi suntiang Minang lebih tinggi, sementara Paksian berbentuk bunga mekar.
Prosesi Pernikahan Adat Bangka Belitung
Pakaian adat Paksian paling megah dipakai saat prosesi pernikahan. Beberapa tahap penting:
- Ngantar Belanjo – pihak pria membawa hantaran.
- Akad Nikah – prosesi sakral pengucapan ijab kabul.
- Resepsi Adat – pengantin memakai Paksian lengkap dengan perhiasan emas.
- Tari Sambut – ditampilkan untuk menyambut mempelai.
Pada saat resepsi, pakaian adat menjadi simbol kebesaran kedua keluarga.

Pada upacara adat pernikahan masyarakat Bangka Belitung biasanya wanita Melayu memakai kebaya panjang atau baju kurung. Kebaya panjang dan baju kurung ini terbuat dari jenis-jenis klain bermutu tinggi, seperti brokat atau sutra dan bersematkan peniti emas. Baju kurung ini dipadukan dengen kain songket Batubara atau tenun Malaysia. Bagian kepala ditutupi dengan selendang bersulam corak emas yang menutupi tata rambut dalam gaya sanggul khusus, yaitu sanggul lipat padan atau sanggul tegang. Pada sanggul ini dipasang hiasan-hiasan keemasan.
Di bagian leher dan dada biasanya tergantung kalung dan corak-corak rantai mentimun, sekar sukun, rantai serati, mastura, gogok rantai lilit, rantai panjang dan tanggang meskipun saat ini sudah jarang dijumpai. Gelang juga dikenakan pada kaki. Pengantin wanita juga memakai gelang kerukut yang beraneka jenis, seperti gelang tepang, gelang kana, gelang ikol dan keroncong. Pada jarinya terpasang aneka ragam cincin, seperti cincin genta, cincin bermata, cincin patah biram, dan cincin pancaragam.
Sebagai alas kaki, pengantin wanita memakai selop bertekad. Selop bertekad yaitu sejenis sandal bersulam corak-corak keemasan. Adapun bagian pinggang pengantin wanita dihiasi dengan bengkong dan pending.
Sementara itu, pengantin pria memakai pakaian adat dan atributnya berupa dua pilihan penutup kepala, yaitu tengkulok dan kain bertabur atau destar. Tengkulok ini terbuat dari kain songket. Adapun jenis-jenis ikatan tengkulok , seperti ikatan bendahara (Kedah) dan ikatan serdang. Tengkulok adalah lambang kebesaran dan kegagahan seorang pria Melayu.
Penutup kepala yang sejak dahulu dipakai adalah destar. Destar terbuat dari rotan yang berbentuk parabola, berlapis tiga, dan dibalut dengan beludru atau kain berwarna kuning. Pada destar diberi hiasan gerak gempa, renda, bunga mas, dan hiasan batu permata sehingga menampilkan kesan kebesaran dan kegagahan.
Baju yang dipakai pengantin pria melayu Bangka Belitung adalah teluk belanga. Teluk belanga ini terdiri atas baju berkerah kocak musang, berseluar (celana panjang), dan bersamping. Sebagaimana pada kaum wanita, kain pembuat teluk belanga merupakan kain yang bermutu, seperti satin dan sutra.
Alas kaki pengantin pria sebagai pelengkap pakaian adat Bangka Belitung yaitu berupa selop sewarna dengan baju. Pada bagian leher digantung beberapa hiasan rantai. Lengan atasnya memakai kilat bahu dan sidat sebagai lambang keteguhan hati. Pada bagian pinggang dipakai bengkong dan pending. Pada pinggang depan sebelah kanan disisipkan sebilah keris yang bergagang emas. Keris dianggap sebagai lambang kegagahan dan kemampuan menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
Motif Songket Khas Bangka Belitung
Motif songket yang digunakan dalam Paksian memiliki makna mendalam:
- Pucuk Rebung: pertumbuhan, harapan masa depan.
- Bunga Kenanga: kesucian dan keharuman nama baik.
- Awan Berarak: kehidupan yang terus bergerak maju.
- Bintang Beralih: petunjuk jalan, harapan untuk selalu diberi arah hidup yang benar.
Baca juga:
34 Pakaian Adat Indonesia Lengkap Gambar, Nama, dan Daerahnya
Pakaian Adat Sumatera Selatan Lengkap, Gambar dan Penjelasannya
Pakaian Adat Lampung, Lengkap Gambar dan Penjelasannya
Demikian pembahasan lengkap “Pakaian Adat Bangka Belitung, Lengkap Gambar dan Penjelasannya” yang dapat kami sampaikan. Artikel ini dikutip dari buku “Selayang Pandang Kepulauan Bangka Belitung : Nunung Yuli Eti“. Baca juga artikel kebudayaan Indonesia menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.
