Lampung, provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera, dikenal bukan hanya karena keindahan alam dan kekayaan hasil bumi, tetapi juga karena warisan budaya yang begitu beragam. Salah satu warisan paling penting adalah pakaian adat Lampung yang sarat akan makna, simbol, dan identitas sosial.

Pakaian Adat Lampung

Pakaian adat Lampung tidak hanya sekadar busana upacara. Ia adalah bahasa simbolis yang menggambarkan nilai kehidupan, struktur sosial, hingga filosofi masyarakat Lampung. Keunikan pakaian adat ini membuatnya berbeda dari daerah lain di Sumatera, terutama karena Lampung memiliki dua kelompok budaya besar: Saibatin dan Pepadun.

Pakaian adat Provinsi Lampung terbagi menjadi dua, antara lain pakaian adat sehari-hari dan pakaian upacara adat. Pakaian adat sehari-hari merupakan jenis pakaian yang dipakai masyarakat Lampung dalam akifitasnya sehari-hari. Sementara itu, pakaian upacara adat memiliki banyak ragam, diantaranya pakaian adat pengantin, pakaian untuk menyambut tamu, atau ritual adat lainnya.

Artikel ini akan membahas sejarah, jenis-jenis pakaian adat Lampung, makna filosofis, fungsi dalam kehidupan masyarakat, hingga tantangan pelestariannya di era modern.

Sejarah dan Latar Belakang

Sejarah pakaian adat Lampung sangat erat kaitannya dengan perkembangan masyarakat adat setempat. Lampung memiliki dua kelompok utama:

  1. Adat Saibatin
    • Masyarakat pesisir dan bangsawan.
    • Sistem adat bersifat aristokratis, di mana garis keturunan dan kedudukan sangat berpengaruh.
    • Pakaian adat Saibatin biasanya lebih mewah, penuh perhiasan emas, sebagai simbol status sosial.
  2. Adat Pepadun
    • Masyarakat pedalaman Lampung.
    • Sistem adat lebih demokratis, pemimpin dipilih melalui musyawarah.
    • Pakaian adat Pepadun lebih sederhana dibanding Saibatin, tetapi tetap anggun.

Perbedaan ini membuat variasi pakaian adat Lampung sangat kaya, walau sama-sama berakar pada nilai Islam, tradisi Melayu, serta kearifan lokal.

Ciri Khas Pakaian Adat Lampung

Pakaian adat Lampung memiliki ciri khas yang membuatnya mudah dikenali:

  • Dominasi warna putih, merah, dan emas.
  • Bahan songket dengan benang emas sebagai ciri utama.
  • Perhiasan emas yang banyak dipakai oleh wanita maupun pria.
  • Motif kain yang sarat simbol, misalnya motif pucuk rebung, kapal, atau flora-fauna.
  • Penekanan pada status sosial: semakin tinggi derajat seseorang, semakin lengkap dan mewah perhiasannya.

Pakaian Adat Pria Lampung

Pakaian adat pria Lampung terdiri dari beberapa bagian penting:

  1. Baju Lengan Panjang Putih
    • Melambangkan kesucian dan kejujuran.
    • Model sederhana dengan kerah tegak.
  2. Celana Panjang Hitam atau Putih
    • Dipadukan dengan kain songket yang dililit di pinggang.
  3. Kain Tapis
    • Kain tenun khas Lampung yang dipakai di luar celana.
    • Dihiasi benang emas dan motif tradisional.
  4. Aksesori dan Perhiasan
    • Ikat pinggang emas atau pending.
    • Kalung papan jajar (kalung khas Lampung).
    • Siger kecil atau mahkota untuk pria bangsawan.
    • Keris atau senjata tradisional sebagai simbol keberanian.

Pakaian Adat Wanita Lampung

Busana wanita Lampung lebih kompleks dan penuh hiasan. Bagian-bagiannya adalah:

  1. Baju Kurung Putih
    • Panjang dan longgar, menutupi tubuh.
    • Warna putih melambangkan kesucian.
  2. Kain Tapis
    • Tenun khas Lampung dengan benang emas.
    • Motifnya biasanya bunga, pucuk rebung, atau kapal.
  3. Perhiasan Kepala
    • Siger: mahkota besar dari emas atau kuningan, lambang kehormatan wanita Lampung.
    • Seraja Bulan: hiasan tambahan di kepala berbentuk bulan sabit.
    • Paku Payung: hiasan berbentuk bunga emas kecil.
  4. Perhiasan Tubuh
    • Kalung papan jajar: kalung berlapis emas, lambang strata sosial.
    • Kalung buah jukum: berbentuk bulatan kecil-kecil menyerupai buah.
    • Gelang kano: gelang besar melingkar di tangan.
    • Pending: ikat pinggang logam berhias.

Pakaian Adat Lampung (Pakaian Sehari-hari)

Dalam kehidupan adat sehari-hari, kaum pria lampung memakai pakaian adat yang meliputi kikat (ikat kepala), kopiah/ ketupung (penutup kepala maum muda laki-laki), kawai (baju penutup badan/ jas), senjang (kain penutup bagian bawah), celanou (celana pendek atau panjang), bebet (pengikat senjang dengan celanou), dan selikap (selendang).

Pakaian adat Lampung untuk wanita kesehariannya memakai pakaian yang terdiri atas kanduk/ kakambut/ kudung (penutup kepala), lawai kurung (baju penutup badan), senjang/ cawo (pakaian penutup bagian bawah), setagen (pengikat lawai kurung dengan senjang/ cawo), tuguk jung sarat dan selikap balak (selendang sutra), selambak/ rattai galah (kalung), kelai pungew (gelang), alali (cincin), serta kalai kukut (gelang kaki).

pakaian adat sehari-hari masyarakat lampung

Pakaian Adat Lampung (untuk Upacara Adat)

Dalam acara ritual adat Lampung, kaum laki-laki memakai pakaian adat yang terdiri atas kekat akkin (ikat kepala yang dipakai pada waktu mengiring pengantin), kawai kemija (kemeja yang dipakai dengan kain dan peci saat upacara adat), dan selikap (selendang mahal yang dipakai menghadiri upacara atau saat ibadah ke masjid).

Kaum perempuan adat lampung mengenakan pakaian yang terdiri atas kawai/ kebayou (kebaya untuk wanita yang baru menikah), senjang/ cawo (pakaian bawah dari kain tipis bertahta sulaman emas), dan belatung buwok (sanggul berhiaskan kembang goyang saat menghadiri upacara adat).

Pakaian Adat Lampung (untuk Pengantin)

Busana pengantin Lampung adalah bentuk paling mewah dari pakaian adat.

Pengantin Pria
  • Baju putih, kain tapis emas, ikat pinggang berhias.
  • Tanjak atau kopiah emas di kepala.
  • Kalung papan jajar dan keris.
Pengantin Wanita
  • Baju kurung putih, kain tapis emas, siger besar di kepala.
  • Perhiasan lengkap: kalung berlapis, gelang, anting, pending.
  • Selendang songket sebagai pelengkap.

Siger yang dipakai pengantin wanita menjadi pusat perhatian. Bentuknya berbeda-beda tergantung daerah, namun semuanya melambangkan kemuliaan dan keanggunan.

Pakaian adat Lampung untuk pengantin lebih megah dan indah dari pada pakaian adat lainnya. Hal ini berkaitan dengan kesakralan upacara tersebut. Warna keemasan yang mengesankan keagungan seorang raja dan ratu yang paling dominan. Pakaian adat Lampung untuk mempelai wanita memakai pakaian yang terdiri atas siger (mahkota), sesapur (baju), bulu serti (ikat pinggang), mulan temanggal (hiasan dada), buah jukum (kalung dari untaian bunga). Mempelai wanita juga memakai gelang burung (hiasan lengan kanan dan kiri), bebe (sulaman kain halus dan berlubang), gelang kana dan gelang arab (gelang lengan atas dan bawah), serta selop beludru berwarna hitam sebagai alas kaki.

Pakaian adat lampung untuk mempelai pria memakai kopiah emas (penutup kepala), sesapur (penutup badan) berwarna putih dan berlengan panjang, celanou (celana), tapis bersulam benang emas penuh (ikat pinggang), silang limar (selendang bersulam benang emas penuh pada bagian dada). Mempelai pria juga memakai gelang burung dan gelang kana yang dipasang pada bagian lengan, serta perlengkapan lainnya sebagaimana yang dikenakan mempelai wanita.

Baca juga:
34 Pakaian Adat Indonesia Lengkap Gambar, Nama, dan Daerahnya
Pakaian Adat Bengkulu, Lengkap Gambar dan Penjelasannya
Pilih Pakaian Adat Sumatera Barat, Lengkap Gambar dan Penjelasannya

Demikian ulasan tentang “Pakaian Adat Lampung, Lengkap Gambar dan Penjelasannya” yang dapat kami sampaikan. Artikel ini dikutip dari buku “Selayang Pandang Lampung : Giyarto“. Baca juga artikel kebudayaan Indonesia menarik lainnya di situs Senibudayaku.com.