Mengenal Suku Nias Sumatera Utara dan Unsur-Unsur Kebudayaannya
Suku Nias Sumatera Utara
Suku Nias merupakan salah satu suku bangsa di Sumatera Utara yang tinggal di Pulau Nias sebelah barat Pulau Sumatera. Masyarakat Suku Nias merupakan salah satu suku bangsa yang masih hidup dalam lingkungan adat dan budaya yang tinggi. Penduduk asli Pulau Nias menyebut pulau mereka Tano Niha, dan menamakan diri mereka Ono Niha. Pada kesempatan ini kita akan mempelajari kebudayaan suku Nias berdasarkan unsur-unsur kebudayaannya. Unsur-unsur kebudayaan suku bangsa Nias tersebut antara lain agama/ religi, mata pencaharian, kemasyarakatan, bahasa, kesenian, dan beragam tradisi budayanya seperti pakaian adat, rumah adat, dan upacara adat.
Agama/Religi Masyarakat Suku Nias
Mata Pencaharian Masyarakat Suku Nias
Sistem Kekerabatan Masyarakat Suku Nias
Bahasa Daerah Suku Nias
Kesenian Suku Nias
Masyarakat Suku Nias memiliki beragam kesenian tradisional. Beberapa kesenian tradisional suku Nias tersebut antara lain seperti seni ukir/ pahat, tenun, seni musik, dan seni tari. Kesenian ukir/ pahat telah lama dikuasai oleh masyarakat Nias. Hal ini dapat dilihat dari beragam ukiran ornamen penghias dinding rumah adat tradisional Nias. Masyarakat Nias terutama kaum wanita melakukan kegiatan menenun sebagai aktifitas berkesenian sekaligus sebagai kegiatan tambahan dalam keseharian mereka. Hasil kerajinan tenun pada umumnya berupa tikar, kain, bolanafo, dan beragam motif kain lainnya.
Dalam hal berkesenian masyarakat Nias juga banyak memiliki karya seni musik dan seni tari. Keberadaan seni musik Nias dapat diketahui dari beragam alat musik tradisional Nias yang sampai saat ini dapat dijumpai, seperti aramba, faritia, kokokoko dan Gondra
Seni tari telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Nias. Berbagai acara dan kegiatan baik kegiatan kemasyarakatan, upacara adat dan maupun penyambutan tamu banyak menampilkan pertunjukan tari. Beberapa macam tarian suku Nias tersebut, yaitu tari Fanari Moyo (Tari Elang), Fatele (Tari Perang), Famanu-Manu (Tari Perang), Bölihae, Hiwö, dan tari Maluaya.
Rumah Adat Suku Nias
![]() |
| Sumber: Wikipedia org |
Rumah adat suku Nias Sumatera Utara berbahan dasar kayu alam dan dikenal tahan gempa. Masyarakat Nias menyebut rumah adat mereka dengan sebutan Omo Hada. Omo Hada merupakan rumah adat berbentuk panggung tradisional sebagai hunian golongan masyarakat umum Nias. Selain Omo Hada di Nias juga terdapat jenis rumah adat lainnya, yaitu Omo Sebua. Omo Sebua merupakan tempat tinggal kepala negeri (Tuhenori), kepala desa (Salawa) atau kaum bangsawan Nias.
Pakaian Adat Suku Nias
![]() |
| Pakaian adat suku Nias |
Penduduk Nias di pantai selatan Sumatera memiliki variasi pakaian adat tradisional yang menambah keragaman pakaian adat suku bangsa Provinsi Sumatera Utara. Pakaian adat suku Nias yaitu Baru Oholu (pakaian laki-laki) dan Õröba Si’öli (pakaian perempuan). Pakaian adat nias umumnya didominasi warna-warna emas atau kuning dengan perpaduan warna lain seperti hitam, merah dan putih. Menurut kepercayaan masyarakat nias warna yang digunakan mengandung filosofi, diantaranya.
1. Warna kuning dengan perpaduan corak persegi empat (Ni’obakola) dan pola bunga kapas (Ni’obowo gafasi) dipakai oleh golongan bangsawan. Warna ini menggambarkan kejayaan kekuasaan, kekayaan, kemakmuran dan kebesaran.
2. Warna merah dengan perpaduan corak segi-tiga (Ni’ohulayo/ ni’ogöna) dipakai oleh golongan prajurit. Warna tersebut menggambarkan darah, keberanian dan kapabilitas para prajurit.
3. Warna hitam dipakai oleh golongan rakyat biasa. Warna ini menggambarkan situasi kesedihan, ketabahan dan kewaspadaan.
4. Warna putih dipakai oleh para pemuka agama kuno (Ere). Warna ini menggambarkan kesucian, kemurnian dan kedamaian.
Upacara Adat Suku Nias
Masyarakat Suku Nias masih menjunjung tinggi nilai adat peninggalan leluhur. Hal ini dapat dibuktikan dari beragam upacara adat yang masih dilaksanakan hingga saat ini. Upacara adat tersebut berupa upacara adat yang berhubungan dengan daur hidup dan upacara adat yang berhubungan dengan aktifitas manusia dan lingkungannya. Upacara adat yang berhubungan dengan daur hidup yang masih sering dilakukan oleh masyarakat Nias yaitu upacara kehamilan, kelahiran, masa remaja, pernikahan, dan upacara adat kematian.
![]() |
| Upacara adat hombo/lompat batu Nias |
Upacara adat suku Nias yang cukup terkenal yaitu upacara lompat batu. Upacara adat ini dilaksanakan bagi anak-anak remaja Nias menjelang dewasa. Upacara adat ini dilakukan di tengah perkampungan dengan iringan tari perang. Pelaksanaan upacara adat dilakukan dengan cara melompati tumpukan batu alam setinggi 2 meter yang dilakukan oleh remaja Nias untuk mengukuhkan si anak menjadi anak yang dewasa.
Baca juga:
Mengenal Suku Batak Sumatera Utara dan Unsur-Unsur Kebudayaannya
Mengenal Suku Bangsa Sumatera Selatan dan Wilayah Penyebarannya
Mengenal Suku Bangsa di Sumatera Barat : Suku Asli dan Pendatang
Suku Bangsa Yang Terdapat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam




